5 Kesalahan HR Mengelola Karyawan yang Menurunkan Citra Perusahaan

5 Kesalahan HR
2

Menjadi tim HR atau manajer HR merupakan jalan panjang berliku yang penuh rintangan. Meski demikian, bukan berarti Anda boleh menyerah dan menganggap kesuksesan hanya impian.

Tugas pengelolaan karyawan yang diemban tim HR merupakan proses belajar yang terus berjalan seiring waktu. Pengalaman yang bertambah akan membentuk keahlian Anda dalam mengelola karyawan perusahaan yang jumlahnya ribuan. Tak cukup itu, dari sekian banyak metode pengelolaan yang buruk, berikut adalah kesalahan HR yang perlu dihindari agar Anda bisa menjadi tim HR profesional:

1.Menilai kinerja karyawan secara subyektif

Penilaian kinerja karyawan seringkali dilakukan secara berkala. Entah setiap bulan atau 3 bulan sekali. HR yang profesional tidak akan memberikan penilaian hanya karena kesukaan atau diskriminasi golongan yang ia sukai semata. Kinerja karyawan harus dilihat dari berbagai aspek yang sudah ditetapkan. Seperti komitmen, loyalitas, disiplin dan prestasi kerja.

2.Tidak pandai berkomunikasi

Keterampilan komunikasi mutlak harus dimiliki setiap tim HR. Di sinilah peran HR untuk menjelaskan dan mampu mengkomunikasikan setiap tanggung jawab karyawan dalam perusahaan. Jika karyawan merasa dilibatkan dan memiliki kontribusi yang besar bagi perusahaan, tentunya hal ini akan meningkatkan retensi serta loyalitas karyawan terhadap perusahaan.

Sebaliknya, jika HR gagal berkomunikasi dengan karyawan jika ada masalah pekerjaan atau tidak memahami tanggung jawab setiap karyawan, hal ini akan berdampak pada penurunan produktivitas kerja perusahaan.

3.Mengabaikan karyawan

Read More Post
1 of 23

Kesalahan fatal lain yang membuat reputasi perusahaan anjlok di mata karyawan adalah tim HR tidak peduli pada karyawan. Apakah karyawan baru saja menyambut kelahiran buah hati? Menghadapi kematian keluarga intinya? Atau bahkan berulang tahun? Tim HR sebagai perwakilan perusahaan harus mampu memberikan perhatian dan kepedulian terhadap hari – hari penting yang terjadi pada karyawan. Kepedulian ini akan berdampak positif terhadap tingkat kepuasan karyawan.

4.Tidak memberikan penghargaan/ punishment

Setiap prestasi kerja karyawan yang baik harus selalu diberikan reward meskipun itu hanya sekadar ucapan selamat atau tepukan pundak. Penghargaan ini akan memotivasi karyawan untuk melangkah lebih baik dan memperbaiki diri. Demikian pula saat karyawan melakukan pelanggaran etik atau tidak menaati peraturan. Tim HR harus bersiap memberikan konsekuensi yang tegas agar pelanggaran yang sama tidak terulang lagi.

5.Menyelepekan urusan gaji

Masalah gaji adalah hal yang harus diprioritaskan. Pembayaran gaji sering tertunda, cuti dipangkas, tunjangan kesehatan dihapuskan, bagaimana Anda berharap karyawan bahagia dan sejahtera?

Memberikan hak karyawan berupa gaji sudah menjadi kewajiban perusahaan yang tidak bisa ditunda- tunda dengan berbagai alasan. Keterlambatan gaji tentu akan berdampak pada finansial keluarga karyawan dan menurunkan produktivitas karyawan saat bekerja.

Urusan gaji dan pengelolaan karyawan sudah seharusnya ditangani secara profesional dan otomatis untuk mengurangi dampak buruk akibat kesalahan manual.

LinovHR adalah software HRIS Indonesia yang menawarkan fitur dan model lengkap untuk membantu menyederhanakan tugas – tugas HR. Seperti payroll, slip gaji, absensi karyawan, cuti, lembur hingga tunjangan, pajak PPH21 dan asuransi BPJS. Semua tersaji lengkap dalam software HR terbaik LinovHR berbasis cloud yang fleksibel dan mudah digunakan.

Buktikan kemudahan LinovHR dengan uji coba gratis sekarang.

- Matched Content -

You might also like
2 Comments
  1. riawani elyta says

    emang berat ya jadi HR. Harus ngadepin dan ngurusin manusia dg beragam karakter

    1. Danan Wahyu Sumirat says

      dan kebanyakan perusahaan nggak menganggap karyawan aset berharga jadi nggak dijaga

Mari Berdiskusi

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More