11

Ngesate di King Sate Batam, Sate Khas Batam Citarasa Melayu

Bahwasanya sate kambing adalah makanan favorit saya setelah semur jengkol bikinan ibu di kampung. Dan di Batam, cuma ada dua tempat yang menurut saya sate kambingnya mantap, yaitu Sate Kendal dan Sate Asih. Pencinta kuliner terutama sate, pasti tau deh kedua tempat ini.

Nemuin sate kambing yang enak itu gampang-gampang susah. Tergantung budget juga sih. Terutama kalau bicara soal ukuran daging.

Untuk kelas budget minim, ada sate gerobak yang dijual di pinggir-pinggir jalan atau yang dijajakan sama abang tukang sate keliling. Nah, untuk sate yang satu ini, jangan bayangin bakal dapet daging tebal dan empuk. Dapet yang nggak nyatu dan lengket sama tusuk satenya aja udah syukur! Saking tipisnya daging itu kak. Biasanya harga di bawah 20ribuan.

Budget menengah, dagingnya udah mulai berisi, ngga lengket lagi di tusuk sate. Dan biasanya sudah berbentuk warung permanen. Menunya pun tak melulu sate, namun ada varian lainnya seperti gule dan tongseng. Harga biasanya berkisar antara 20 sampai 35 ribu per porsi, biasanya 10 tusuk. Tak jarang ada yang pesan setengah porsi.

Nah, masuk ke golongan sate premium nih. Dagingnya tebal dan empuk macam perut eike. Ngga cuma dagingnya, tusuk satenya pun diameternya lebih besar dari sate biasa. Rasanya pun lebih mantap dan kenyangnya berlipat. Harganya paling murah biasanya 40 ribu. Kadang dijual terpisah dari nasi atau lontong.

Tips mengolah daging kambing

Tapi sebenernya rahasia sate enak itu bukan di harga, tapi tergantung juga dari cara pengolahan, bahkan dimulai dari saat memilih dan memotong daging. Eits, memotong daging itu nggak sesimple itu lho. Ada aturan dan ilmunya! Salah potong, daging bisa jadi alot atau keras dan susah diolah.

1. Memilih daging kambing

Untuk pemilihan daging kambing untuk diolah menjadi sate kambing yang lezat, pilih daging kambing muda, dengan usia sekitar 6 – 12 bulan. Perhatikan juga kak, jenis kelamin kambingnya karena akan mempengaruhi kelembutan daging. Daging kambing betina memiliki serat yang lebih halus dibanding kambing jantan.

Lalu, bagian mana saja ya yang cocok untuk disate? Jawabannya adalah paha belakang, punggung atau has dalam, yang memang bagian-bagian ini merupakan bagian paling empuk dari kambing dibandingkan bagian tubuh lainnya.

2. Memotong daging kambing dengan benar

Pertama, potong daging memanjang searah dengan serat daging. Setelah itu, potong dadu berlawanan dengan arah serat. Baru yang terakhir, tusukkan potongan daging berbentuk dadu tersebut dengan serat horizontal, agar daging tidak mudah lepas dari tusuk sate. Agak ribet juga ya kan.

3. Menghilangkan bau tidak sedap

Tips berikutnya adalah bagaimana menghilangkan bau tidak sedap alias prengus pada daging kambing. Terkadang, bau tidak sedap ini masih melekat pada daging kambing sekalipun sudah diolah bahkan sudah dibakar. Lalu, bagaimana menghilangkannya?

Pertama, pisahkan lemak. Lemak ini merupakan salah satu sumber bau pada daging. Kedua, cuci bersih menggunakan air dingin yang dicampur dengan garam. Dengan cara tersebut juga bisa membuat daging menjadi lebih empuk. Terakhir, gunakan rempah atau bumbu yang beraroma kuat seperti bawang putih, kayu manis atau jahe dan ditetesi dengan jeruk nipis.

Menikmati berbagai sate di King Sate Batam

Nah, cukup sekian dulu ngelanturnya. Padahal awalnya saya mau cerita tentang makanan kesukaan saya yang satu ini. Tapi entah kenapa kok malah ngelantur sampai cara mengolah daging kambing menjadi sate.

Seperti tadi yang saya bilang bahwa ada dua tempat favorit saya di Batam untuk menikmati sate kambing, yaitu Sate Kendal dan Sate Asih. Tapi sekarang sudah bertambah satu lagi, yakni King Sate Batam. Tempat ini dibuka sekitar pertengahan tahun lalu. Sudah sering juga rasanya saya berkunjung ke sini. Namun baru sekarang sempat untuk menuliskannya.

Penampakan King Sate Batam dari jalan

Penampakan King Sate Batam dari jalan

Lokasinya sangat strategis dan terletak tepat di posisi tusuk sate simpang pelita, depan Telkom. Dengan banner yang cukup besar, membuat King Sate Batam tidak sulit untuk ditemukan.

Ruangan utamanya bernuansa serba hitam yang dipadu dengan mural di salah satu dindingnya dengan kolaborasi warna kuning dan putih. Ada dua ruang yang bisa dipilih untuk menikmati sajian makanan yaitu di teras atau di ruang utama. Keduanya berada di ruang terbuka.

Ruang utama King Sate Batam

Ruang utama King Sate Batam

Yang istimewa dari King Sate Batam adalah sate yang diklaim merupakan khas Batam yang bercitarasa Melayu. Selain itu, King Sate Batam juga menawarkan banyak menu sate lainnya, seperti sate Padang, sate Taichan, sate Madura, dan Lok-lok. Menarik kan? Satu tempat berbagai macam sate.

Tapi diantara semua sate yang ditawarkan di King Sate Batam, saya paling suka sate kambing Madura.

Dagingnya cukup tebal, empuk, dan bumbunya meresap hingga ke daging. Baik bumbu kacang dan bumbu kecapnya, semuanya sedap. Matangnya pun merata, dan setiap kali ke sini, belum pernah kena gosong.

Menu minuman King Sate Batam

Menu minuman King Sate Batam

Menu makanan King Sate Batam

Menu makanan King Sate Batam

Untuk soal harga, masih tergolong murah karena bisa pesan porsi kecil. Berbeda dengan di Sate Kendal yang harus pesan satu porsi, padahal dagingnya segede itu. Walaupun ujung-ujungnya habis juga. Hahaha.

Oh ya, kalau ke sini, sempetin juga incipin Mango Thai Special. Yummy dan endes abis!

King Sate Batam beralamat di Jl. Teuku Umar, Lubuk Baja. Dari Nagoya Hill ke arah pelita sekitar 5 menit, dan dari Sungai Panas juga sekitar 5 menit setelah flyover.

Show Comments

5 Comments

  1. Arreza Mp 01/02/2018
    • Akut Wibowo 01/02/2018
  2. menixnews 19/01/2018
  3. Danan Wahyu Sumirat 19/01/2018

Mari Berdiskusi