Berwisata Sambil Mencari Ketenangan di Pa Auk Tawya Vipassana Dhura Hermitage

Sudah lama saya ingin mengunjungi tempat ini. Sebuah tempat yang asing didengar, bahkan oleh warga Batam sekalipun. Melihat foto-foto yang di-share di media sosial, rasanya agak janggal bahwa tempat ini eksis di Pulau Rempang, salah satu gugusan pulau di Jalur Trans Barelang, Batam.

Beberapa waktu lalu saya berkesempatan untuk mengunjungi tempat ini, setelah melakukan perjalanan panjang bersama salah satu wisatawan luar negeri ke ujung Barelang, dimana dia akan melakukan perjalanan balik ke Nagoya dengan menggunakan sepeda. Di perjalanan pulang, saya menyempatkan diri untuk mampir.

Pa Auk Tawya Vipassana Dhura Hermitage

Begitulah tempat ini disebut. Sebuah vihara, tempat ibadah umat Budha, tempat para Biksu bermeditasi. Vihara Pa Auk Tawya didirikan tepat di atas bukit di Pulau Rempang, sekitar 8 km dari Jembatan 4 Barelang.

Bagaimana menuju ke Pa Auk Tawya?

Untuk menemukan pintu masuk ke Vihara Pa Auk Tawya tidaklah sulit. Sebuah pos berbentuk seperti candi dengan papan petunjuk bertuliskan “Pa Auk Tawya Vipassana Dhura Hermitage” akan kita temukan di sebelah kanan jalan, yang merupakan gerbang untuk menuju ke vihara.

Ada dua hal penting yang perlu diperhatikan sebelum memasuki area vihara.

Apabila posisi portal dalam keadaan tertutup, pengunjung tidak diperkenankan masuk dengan alasan apapun. Karena itu berarti sedang ada kegiatan ibadah dan meditasi yang berlangsung di vihara. Pengunjung hanya diperbolehkan memasuki area Pa Auk Tawya ketika sedang tidak ada kegiatan ibadah dan meditasi.

Namun, tetap diberlakukan peraturan yang ketat selama berada di area vihara yang harus kita patuhi karena sejatinya tempat ini adalah tempat ibadah.

Selain itu, ada satu hal lagi yang perlu diperhatikan sebelum masuk ke vihara, yaitu perihal akses jalan menuju vihara. Jalan masuk ke Vihara Pa Auk Tawya masih merupakan jalan tanah berbatu dan melintasi beberapa bukit yang lumayan terjal. Sangat disarankan untuk berhati-hati dan mempersiapkan kondisi kendaraan yang prima.

Apabila kondisi sedang hujan atau hujan baru saja berhenti, lebih baik urungkan dulu niat untuk menuju ke Pa Auk Tawya, demi keamanan dan keselamatan. Namun apabila kondisi cuaca bersahabat, jalan ini bisa ditempuh dengan menggunakan mobil atau motor. Jalan tanah ini melintasi perbukitan sepanjang kira-kira 2 sampai 3 km menuju ke vihara.

Memasuki area Pa Auk Tawya, jalanan berubah menjadi beton dan nyaman untuk dilalui kendaraan. Sangat kontras dengan jalan tanah yang barusan dilewati. Di kanan kiri jalan nampak area parkir beratap yang disiapkan untuk menampung puluhan atau ratusan kendaraan baik itu motor ataupun mobil. Menunjukkan bahwa vihara tersebut akan ramai pada saat sedang diadakan ibadah.

Saya sendiri merasa takjub dengan pemandangan tersebut. Seperti telah memasuki peradaban lain di tengah hutan di sebuah pulau yang masih sangat sepi. Saya pun memarkirkan mobil di area parkir yang disediakan di dekat tangga masuk.

Usai memarkirkan kendaraan, saya pun turun dan menyapa beberapa orang yang saya temui. Sepertinya ada rombongan anak-anak yang sedang berkunjung dan belajar.

Ratusan anak tangga menuju puncak bukit

Untuk menuju bangunan utama Pa Auk Tawya, kita harus meniti ratusan anak tangga menuju ke puncak bukit. Saya pun menapakkan langkah pertama saya dengan mantap, menuju ke puncak bukit. Rasanya sudah lama sekali tidak melangkahkan kaki dengan slope seperti ini. Hahaha.

Yah, walaupun dengan sedikit terengah-engah, akhirnya saya sampai di atas bukit. Dan semua terbayar sudah. What an amazing view!

Sejenak saya duduk di atas bukit sebelum menelusuri sudut demi sudut Pa Auk Tawya, sambil menikmati pemandangan yang disuguhkan alam kepada saya saat itu. Kebesaran Sang Pencipta. Memang tempat ini sangat tenang, damai, peaceful. Cocok sekali memang, untuk tempat meditasi.

Ratusan anak tangga yang akan membawa kita ke puncak bukit

Ratusan anak tangga yang akan membawa kita ke puncak bukit (agak blur ya!)

Sampai juga di puncak bukit, setelah melewati ratusan anak tangga

Sampai juga di puncak bukit, setelah melewati ratusan anak tangga

Bangunan utama Pa Auk Tawya

Setelah nafas kembali sepenuhnya ke raga saya, saya pun melanjutkan perjalanan. Di ujung tangga tadi langsung terhubung dengan pintu masuk bangunan utama vihara. Tepat di sebelah kiri setelah anak tangga terakhir, terdapat lonceng berukuran besar yang akan dibunyikan sewaktu akan melaksanakan ibadah.

Dan di sampingnya lagi terdapat plang peraturan bagi pengunjung, untuk tetap tenang dan tidak berisik selama di area vihara. Ini merupakan peraturan paling strict di sini, dan kita harus menghormatinya.

Disambut dengan lonceng besar

Disambut dengan lonceng besar

Pintu masuk ruang meditasi utama Pa Auk Tawya

Pintu masuk ruang meditasi utama Pa Auk Tawya

Saya mengelilingi bangunan utama vihara yang cukup luas. Bangunan ini cukup unik dengan atap berwarna hijau cerah yang mengerucut ke atas. Inilah landmark yang selama ini cuma bisa saya lihat dari foto. Semua pintu nampak tertutup dan tidak ada aktivitas.

Saya pun melanjutkan perjalanan ke atas.

Saya melalui jalan setapak yang rindang dan dihiasi dengan bunga di sekelilingnya. Pemandangan sekeliling dari puncak bukit, berpadu antara rimbunan hujau hutan dan birunya laut di kejauhan, menerobos jauh menuju horison memanjakan mata dan menyejukkan hati.

Sensasi tenang dan damai kembali melanda. Saya pelankan laju kaki saya, melangkah ringan menuju destinasi selanjutnya.

Gazebo dengan Patung Budha

Setelah berjalan sekira 100 meter dari vihara, saya berbelok ke arah kanan dan melintasi beberapa anak tangga yang ternyata menuju ke Patung Budha berukuran besar. Gazebo dengan Patung Budha ini tepat menghadap ke arah vihara. Disarankan untuk tidak naik ke atas gazebo apabila tidak berkepentingan. Ingat, tempat ini adalah tempat ibadah dimana kita harus menjaga etika.

Saya merasa kok tempat ini familiar sekali ya? Serasa dejavu. Setelah melihat sekeliling, barulah saya sadar, rupanya inilah tempat dimana banyak foto bangunan utama Pa Auk Tawya diambil. Banyak foto yang diambil dari angle ini. Saya pun tak ketinggalan ahh… Ikutan arus mainstream. Hahaha.

Pa Auk Tawya Vipassanā Dhura Hermitage

Pa Auk Tawya Vipassanā Dhura Hermitage

Pa Auk Tawya Vipassanā Dhura Hermitage

Pa Auk Tawya Vipassanā Dhura Hermitage

Patung budha vihara pa auk tawya

Inilah Patung Budha yang saya maksud

Percaya atau tidak, ada mr. aw di foto ini

Percaya atau tidak, ada mr. aw di foto ini

Ada sedikit pengalaman menggelitik waktu berada tepat di depan Patung Budha ini. Entah ini sugesti karena saya totally sendirian waktu itu, atau ntah apa. Tapi tiap kali saya membelakangi patung, saat itulah saya dengar suara berbisik tepat di telinga sebelah kanan, sangat dekat, tapi dengan intonasi yang tidak jelas. Diiringi dengan bulu kuduk yang meremang.

Tapi setiap kali saya menengok ke belakang, suara itu hilang!

Terlalu absurd untuk suara angin, dan pastinya bukan suara orang karena gak ada makhluk hidup di sana selain saya waktu itu. Saya tatap Patung Budha yang membisu dengan tatapannya yang teduh dan dingin. Ehhh, malah tambah serem. Hedeehhh. Padahal siang bolong mak. Yaudah deh, positive thinking aja. What could go wrong in the middle of the day like this? Hahaha.

Lepas mengambil beberapa foto, saya lanjut lagi berjalan ke arah belakang. Ada taman kecil berbentuk lingkaran tepat di belakang gazebo tadi. Saya hanya melintas dan lanjut ke belakang lagi.

Ternyata di belakang masih ada bangunan lagi, tepat di bawah puncak bukit. Kalau dari tempat saya berdiri hanya terlihat atapnya yang unik.

Unik? Seunik apa sih?

Yup, atapnya unik! Karena di atap tersebut dibangun 5 buah replika candi yang berbatasan langsung dengan pemandangan yang adem. Best spot for meditation!

Replika candi di atas atap

Replika candi di atas atap

Untuk menuju ke bangunan tersebut harus turun terlebih dahulu melalui tangga yang telah disediakan. Saya tak menuju ke sana. Dengan hanya berdiri dan terdiam terpana di pinggir tebing sudah cukup untuk menikmati suguhan lukisan alam yang menawan itu.

So relaxing!

Matahari semakin meninggi, pertanda saya harus meninggalkan Pa Auk Tawya, tempat tenang di puncak bukit bagaikan negeri dongeng. Suatu saat kita pasti berjumpa lagi!

Sedikit informasi yang saya dapatkan dari hasil browsing, Pa Auk Tawya Vipassanā Dhura Hermitage (Batam) merupakan sebuah “cabang” dari Pa Auk Tawya yang berpusat di USA. Selain di Batam, pusat meditasi ini juga tersebar di beberapa negara, seperti Singapura, Malaysia, Korea, Sri Lanka dan Myanmar.

Sumber:

  • http://paauktawyausa.org/
  • http://paauktawyausa.org/contact/related-links-2/
  • https://www.facebook.com/sima.rempang/

Show Comments

5 Comments

  1. Nusantara Adhiyaksa 24/03/2017
  2. Dian Radiata 15/07/2016
    • Akut Wibowo 15/07/2016
  3. Robbi Hafzan 10/07/2016

Mari Berdiskusi